Rahasia Dibalik proses pembuatan Shaun The Sheep

Bookmark and Share
Anda pasti kenal dengan film yang satu ini, Shaun The Sheep. Ya, film animasi ini banyak di tonton, bukan oleh kalangan anak-anak saja, remaja sampai dewasa pun, tak pernah lupa untuk tidak melewatkan setiap episodenya. Seperti halnya saya, andapun pasti pernah bertanya-tanya, Bagaimana cara pembuatan film Shaun The Sheep ini?
Wah, tak mudah, lho, membuat film animasi seperti Shaun The Sheep .

Pernah enggak kamu mengira kalau rumput Shaun The Sheep itu adalah kain hijau? Bukan rumput buatan!

Hmm, karena itulah, Nesi mau ajak kamu cari tahu dibalik pembuatan Shaun The Sheep!

Yuk, lihat, betapa rumit dan serunya menyusun film animasi ini!
 

Ditulis naskahnya lalu dibuat karakternya!
shaun the sheep
Merangkai bagian tubuh Shaun The Sheep. Foto: BBC
Sebelum Shaun dan teman-temannya bermain di panggung, seorang seniman dan penulis menggambarkan reka adegan dalam storyboard  (papan cerita) dari naskah untuk tiap episode.
Cara tersebut berguna agar si animator (pembuat animasi) tahu apa yang harus dilakukan Shaun dalam ceritanya.
Pada tahap ini, mereka juga akan menyiapkan properti (peralatan) yang dibutuhkan selama film berlangsung. Salah satunya, rumput buatan yang buat dari kain.
Kain itu dicat hijau, dibentuk seperti rumput yang menjuntai dan ditambahkan beberapa efek lain. Lalu, kain itu dibentangkan di atas alas besi.
Mereka menggunakan alas besi supaya animator dapat menggunakan magnet. Dengan begitu, si tokoh dapat melekat erat ditempatnya beserta pohon, rumah, kandang dan set lainnya.
shaun the sheep
Pembuatan rumput dengan kain yang telah dicat hijau. Foto: BBC
Aih, rumitnya membuat perlengkapan film untuk Shaun The Sheep!
Meski kelihatannya kecil, domba-domba itu sangat sulit untuk dibuat. Butuh ketekunan dan ketelitian agar bisa menjadi sekawanan domba dalam bentuk yang kecil.
Pembuat model menciptakan domba pertama-tama dengan membuat cetakan tubuh domba kemudian membungkus tubuhnya dengan bulu domba putih.
Tak lupa, domba itu diberi sentuhan kotor sedikit dan ditambahkan kaki dari silicon . Terakhir, kepala yang dapat dicopot dipasangkan.
Si pembuat properti juga harus membuat segalanya mulai dari handuk seukuran si domba, mainan mandi Timmy hingga meja. Bahkan, semua itu dibikin dengan tangan, lho.
Tak jarang, pembuat properti sering terluka di bagian tangan karena harus memotong bagian-bagian tertentu dengan cutter.
shaun the sheep
Shaun The Sheep disimpan dalam kotak. Foto: BBC
Selain cutter, mereka juga akan berurusan dengan lem yang panas. Wah, wah, ternyata tidak gampang, kan!
Jika peralatan sudah siap, selanjutnya adalah tugas animator untuk membuat domba agar terlihat bergerak.
Misalnya, untuk beberapa bagian, animator akan membuat domba tampak mengedip, mengunyah, tersenyum atau apapun dengan beberapa pilihan mulut.
Tiap karakter bergerak 25 kali per detik. Itu berarti animator harus mengatur ulang adegan 1.500 kali untuk setiap menit dari hasil yang kamu tonton di TV.
Bila tidak digunakan, domba-domba yang rusak disimpan di kotak dan disusun di rak studio. Tayangan Shaun The Sheep pun siap disiarkan!

Ne ada videonya




Berikut beberapa hal menarik dari proses pembuatan ‘Behind The Scene’ animasi Shaun The Sheep :

1. Pembuatan Storytime
Di Balik Rahasia Pembuatan Animasi Shaun The Sheep
Sebuah episode bermula dari ide cerita yang sederhana. Ide tersebut diserahkan pada tim scriptwiters untuk diolah menjadi cerita yang bagus.

Kemudian diserahkan pada storyboard artist untuk membuat story linenya, tahap ini juga membantu set dressers, prop-makers, model-makers, riggers dan cameramen untuk mempersiapkan pengambilan gambar dan apa saja yang diperlukan.


2. Persiapan Scene

Rumput di pertanian dibeli dari hobby center, dicat hijau untuk mendapatkan corak rumput yang pas, ditambah dengan rumput ilalang dan bunga aster.

Gumpalan kecil hitam juga disebar untuk mendapatkan efek kotoran domba. Rumput ini kemudian dibentangkan di atas baja berlubang untuk mendapatkan pondasi yang bagus. Animator kemudian dapat menggunakan magnet untuk menjaga karakter di tempat, dan menggunakan baja untuk memasang pohon, rumah pertanian, gudang dan bagian lainnya dari set tersebut tetap pada tempatnya.

3. Pembuatan Model
Di Balik Rahasia Pembuatan Animasi Shaun The Sheep
Model-makers membuat domba dengan terlebih membentuk badan, kemudian membungkus tubuh mereka dengan wool putih. Bulu tersebut kemudian dikotori sedikit dan kaki yang terbuat dari silikon ditambahakan. akhir kepala yg dapat dipasang-lepas dipasang dibadan.

“Kami memiliki sejumlah badan, beberapa mempunyai empat kaki, dan beberapa hanya dua, tergantung pada scene,” kata Chris.

4. Propping Up
Di Balik Rahasia Pembuatan Animasi Shaun The Sheep
Property maker dipanggil untuk membuat segalanya dari handuk pantai berukuran domba, untuk mainan mandi untuk Timmy, dan bahkan meja untuk adegan sihir.

Prop maker Helen Javes berkata: “Semuanya dibuat manual, sehingga sangat rumit. “Bahkan kaki meja dibuat manual untuk mendapatkan bentuk yang tepat.” Tetapi pekerjaan prop maker bukan tanpa risiko. Jari teriris pisau tajam, dan terbakar akibat panas dari lem adalah resiko pekerjaan sehari-hari.

5. Ekspresi Mata
Di Balik Rahasia Pembuatan Animasi Shaun The Sheep
Mata domba memiliki lubang kecil sehingga mereka dapat dimanipulasi untuk membuat mereka melihat ke kiri, kanan, atas, bawah.

Setiap animator juga memiliki puluhan kelopak mata khusus buatan – potongan kecil dari plastisin berbentuk kubah ungu yang dapat ditambahkan ke bola mata membuat berkedip domba, atau terlihat mengantuk.

Karena domba-domba itu tidak berbicara, mereka menggunakan ekspresi untuk menceritakan kisah atau memberikan momen komedi . “kelopak mata merka adalah siksaan bagi animator mata”.

6. Penyimpanan
Di Balik Rahasia Pembuatan Animasi Shaun The Sheep

Bila tidak digunakan, domba dan potongan domba dapat ditemukan disimpan dalam di rak di antara ruangan studio di Aardman.

Ada di sini bahwa animator dapat menemukan kaki cadang untuk Shaun, sedikit bulu ekstra, atau satu atau dua domba yg rusak!

7. Komedi Slapstik
Di Balik Rahasia Pembuatan Animasi Shaun The Sheep
Terlepas dari beberapa embikan dari Shaun dan teman-temannya, gongongan dari Bitzer dan dengusan dari Petani, Shaun and the sheep adalah serial TV diam.
Tetapi sementara Gromit memiliki suara Wallace untuk menjaga cerita terjadi dalam film-film mereka, Shaun tidak memiliki kemewahan itu.

“Lebih mudah untuk menganimasikannya karena lip-sync adalah salah satu aspek yang paling memakan waktu untuk animator,” ujar Chris.

8. Sabar dan Teliti
Di Balik Rahasia Pembuatan Animasi Shaun The Sheep
Karakter dalam Shaun and the sheep bergerak 25 kali per detik, berarti animator harus mengatur ulang adegan 1.500 kali hanya satu menit dari rekaman.
Mereka rata-rata menyelesaikan tujuh detik rekaman/harinya.

sepertinya tidak begitu banyak, tetapi bila dibandingkan dengan Wallace and Gromit: The Curse of The Were-Rabbit and Chicken Run, mereka bekerja dengan kecepatan sangat tinggi.

Wallace dan Gromit rata-rata menghasilkan sekitar tiga detik rekaman/harinya.

Artikel yang berkaitan



{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Post a Comment

silahkan kasih coment